Strategi Aman Untuk Investor/Trader Pemula

Strategi Aman Untuk Investor/Trader Pemula

Build Your Business

Strategi Aman Untuk Investor/Trader Pemula

Strategi Aman Untuk Investor/Trader Pemula

Bagaimana cara trading saham buat pemula ? Apa strategi supaya main saham tidak rugi ? Mana yang lebih menguntungkan investasi dalam obligasi atau investasi dalam saham.

"Hal Paling Penting Dalam Belajar adalah Nikmati Prosesnya"

Coach Doddy Eka Putra

Harga Saham Turun, Beli !

Stress test saat main saham adalah ketika harga saham turun dan melihat nilai uang di saham tergerus cepat. Pergerakkan harga di saham bisa berfluktuasi 1% sd 2% per hari jika pasar fluktuatif.

Dalam situasi tersebut, nyali investasi Anda benar – benar diuji. Apakah bertahan atau menyerah lempar handuk dari ring investasi saham ?

Saat baru pertama kali investasi saham, saya jujur saja stress melihat harga saham yang saya beli turun drastis, portofolio investasi tersisa separuh dari nilai awal dalam hitungan hari.

Namun, seiring waktu saya belajar hal penting terkait pasar crash:

Pertama, pasar yang crash adalah kesempatan ‘emas’ untuk membeli saham dengan harga murah. Tapi, ada syaratnya.

Anda harus yakin bahwa saham yang Anda beli adalah perusahaan yang punya kinerja dan keuangan baik.

Untuk itu, selalu persiapkan diri untuk memantau dan mengidentifikasi mana saham dengan kinerja solid dan tumbuh bisnisnya, sehingga ketika harga saham anjlok akibat sentimen pasar, Anda sudah tahu mana saham yang bisa dibeli.

Kedua, sedalam apapun turunnya harga saham di pasar, harga saham akan kembali naik dan biasanya bahkan naik lebih tinggi dibandingkan tingkat sebelumnya.

Tidak percaya ?

Saya pernah menyaksikan anjloknya harga saham sangat sangat dalam di 2 periode krisis, tahun 1998 dan 2008.

Saat krisis harga saham jatuh sejatuh-jatuhnya. Luar biasa tegang melihat nilai portfolio runtuh!

Tapi, ini saya alami dari 2 kali krisis tersebut, harga saham recovery dalam waktu paling lama 2 tahun sejak krisis. Kembali ke tingkat normal dan bahkan dalam waktu singkat mencapai harga yang lebih tinggi dari harga tertinggi sebelum krisis.

Menurut catatan, saat terjadi krisis 2008 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 50% dari 2007 ke 2008. Luar biasa dampaknya.

Jangankan beli saham, saham yang ada mungkin ingin segera dilepas karena takut rugi.

Namun, Anda tahu bahwa periode 2018 ke 2009 IHSG mengalami kenaikkan 80%+. Anda yang menjual pasti sedih lihat harga saham naik tajam dalam waktu hanya 1 tahun sejak krisis.

Jadi, kalau sekarang harga saham turun, itu justru kesempatan buat saya untuk membeli saham. Mumpung harga diskon.

Anda perlu perhatikan bahwa strategi beli saham saat harga turun akan berhasil jika:

(1) Anda punya rentang investasi jangka panjang, yang tidak masalah harga saham sangat berfluktuasi dalam jangka pendek; (2) Anda tahu saham yang bagus yang memang kuat secara keuangan dan fundamental sehingga bagaimanapun krisis menerpa, perusahaan tetap solid dan keluar sebagai pemenang. Saham – saham blue-chip biasanya masuk kategori ini.

Cara Bermain Saham: Enjoy !

Kalau setiap hari harus mengecek harga saham, lalu khawatir stress melihat harga saham yang turun naik, investasi saham menjadi tidak bisa dinikmati.

Bawaannya tegang setiap hari dan yang jelas waktu dan tenaga terkuras untuk mengurusi saham sementara ada pekerjaan lain yang harus diselesaikan.

Bagaimana menikmati investasi saham ?

Saham adalah jenis investasi yang jika dilakukan benar memberikan kebebasan finansial. Anda bisa tetap bekerja dan membiarkan investasi Anda dijalankan oleh para manajer profesional.

Saya tidak melihat harga saham setiap hari karena saya percaya bahwa manajemen profesional yang mengelola perusahaan mampu meningkatkan nilai dan kinerja perusahaan, yang pada gilirannya akan tercermin di harga saham.

Yang saya lakukan secara rutin adalah membaca dan riset kinerja perusahaan tersebut. Menganalisa laporan keuangan, menelisik laporan riset yang rutin disediakan broker sekuritas dan mengikuti diskusi di forum saham.

Cari Info Valid & Ikut RUPS

Dalam investasi saham, peran informasi sangat penting. Keputusan beli jual saham berdasarkan informasi yang dimiliki.

Dalam belajar saham, pemula harus memperhatikan sumber informasi.

Masalahnya, banyak orang tidak merujuk pada informasi yang valid. Beli karena rumor, jual karena kata orang saham jelek.

Sementara, sebenarnya ada informasi valid dari sumber yang bisa dipertanggungjawabkan, dan informasi tersebut gratis, bisa diperoleh secara cuma-cuma.

Apa itu ?

Pengelola Bursa Efek Indonesia, yaitu PT Bursa Efek Indonesia, membuka akses informasi perusahaan yang sahamnya tercatat di Bursa secara gratis kepada publik. Bahkan Anda tidak perlu menjadi pemegang saham untuk bisa mengakses informasi ini.

Informasi ini datang dari perusahaan, bukan rumor dan bukan hasil analisis, tetapi informasi resmi yang dirilis oleh perusahaan.

Masih Bingung? Langsung Saja Konsultasi Dengan Admin..

Anak Muda, Ini Tip dan Trik Investasi di Pasar Modal

Anak Muda, Ini Tip dan Trik Investasi di Pasar Modal

Build Your Business

Anak Muda, Ini Tip dan Trik Investasi di Pasar Modal

Apa yang menyebabkan tren investor muda di pasar modal?

Faktor yang paling utama adalah karena arus informasi. Saat ini informasi soal investasi di pasar modal semakin mudah didapatkan di media sosial. Generasi muda bisa belajar dari para pakar melalui pertemuan di media online. Jadi, mereka tidak harus beli koran dulu untuk dapat akses informasi.

Dari segi kurikulum juga, saya perhatikan pembahasan soal pasar modal sudah masuk ke mata pelajaran SMA. Mereka lebih mengenal soal berbagai instrumen pasar modal sejak dini, sehingga mereka bisa mencari tahu dimana dan kapan sebenarnya mereka bisa mulai investasi.

Faktor lainnya, saat ini tuntutan dan kebutuhan untuk bisa mengembangkan uang sudah semakin berkembang di kalangan generasi muda. Kalau zaman dulu, orang yang masuk ke pasar modal adalah orang yang sudah kaya dan pengetahuannya sudah mumpuni untuk bisa investasi.

Dulu, pasar modal masih dipandang ‘menakutkan’. Namun, sekarang, literasi pasar modal di kalangan generasi muda sudah semakin terbuka. Sehingga, mereka yang tidak punya keahlian bermain saham pun bisa mulai investasi dalam bentuk reksadana dengan biaya lebih murah.

 

"Hal Paling Penting Dalam Belajar adalah Nikmati Prosesnya"

Coach Doddy Eka Putra

Apa urgensi investasi pasar modal bagi generasi muda? Seberapa penting bagi mereka?

Investasi itu terkadang memang ada unsur urgensinya, tetapi bisa juga tidak. Bisa saja seorang anak muda berinvestasi karena sekadar minat. Namun, ada juga yang memikirkan biaya untuk sekolah lagi, menikah, atau membeli aset.

Urgensi investasi bisa dillihat dari jangka pendek [1—2 tahun] atau menengah [1—5 tahun]. Namun, hal pertama yang harus diperhatikan selain urgensi untuk bisa mulai investasi pasar modal adalah punya penghasilan dulu.

Saya lihat, sekarang ini anak kuliah—bahkan SMA—saja sudah bisa punya penghasilan sendiri dari berbagai sumber. Entah menjadi influencer di medsos, membuat karya, atau berdagang secara online. Intinya mereka sudah lebih dini mengenal uang dibandingkan generasi sebelumnya.

Nah, saat mereka masih lajang, mereka punya kebebasan untuk mengatur uang mereka sendiri. Mereka juga semakin melek finansial, dan menyadari bahwa kalau uangnya hanya ditabung di bank, maka nilainya akan susut digerus inflasi. Itu pemahaman dasar yang mereka miliki.

Itulah mengapa lantas banyak anak muda yang sudah bisa berpenghasilan sendiri merasa perlu untuk mengembangkan uang mereka melalui instrumen investasi yang tampaknya menjanjikan, selama penghasilan mereka lebih besar dari pengeluaran mereka.

Apa tantangan investasi pasar modal bagi investor yang masih muda?

Beberapa tahun belakangan ini tren investor pasar modal memang didominasi generasi muda. Namun, satu kelemahan mereka yaitu mereka cenderung kurang memiliki pemahaman yang kurang terhadap risiko dari instrumen investasi yang mereka pilih.

Mungkin karena investasi pasar modal sekarang sedang menjamur dan menjadi tren, banyak dari mereka yang hanya ikut-ikutan tanpa mengetahui risk profile-nya. Padahal, investasi pasar modal belum tentu sesuai dengan karakter, kondisi keuangan, dan pengetahuan finansial mereka.

Bagaimana mengatur porsi investasi di pasar modal yang disarankan untuk generasi muda?

Kalau dia masih lajang dan tinggal dengan orang tua, paling-paling pengeluaran utama mereka lebih ke konsumsi seperti untuk jajan, transportasi, atau hiburan. Peluang surplus mereka lebih besar ketimbang orang yang sudah berkeluarga dan memiliki tanggungan.

Kalau sudah ada surplus, mereka bisa mulai investasi. Perhitungan amannya, paling tidak mereka harus punya tabungan yang sanggup menalangi 2 atau 3 kali pengeluaran mereka. Setelah itu, surplusnya baru dihitung berapa jumlahnya dan dilihat sebaiknya diinvestasikan ke instrumen mana yang sesuai dengan risk profile mereka.

Pilihlah dengan bijak risk profile yang sesuai dengan kondisi keuangan Anda, apakah yang moderat, konservatif, atau agresif; dan apakah untuk jangka pendek, menengah, atau panjang.

Sejauh ini, generasi muda cenderung memilih instrumen dengan risiko yang sangat agresif. Banyak dari mereka yang lagi senang belajar trading. Ini tren yang bagus juga, karena mereka tidak ada tanggungan keluarga. Kalaupun rugi, paling tidak mereka punya pengalaman belajar trading.

Masih Bingung? Langsung Saja Konsultasi Dengan Admin..